Mengenai Saya

Foto Saya
Blog ini kami namakan Dayen Gunung.com sebagai bentuk palepasan unek-unek tentang Lombok Utara. Marii kita jadikan ini Refrensi bersama sebagai sarana kita para generasi yang siap memejukan Lombok Utara Daerah kita

Jumat, 18 Desember 2009

Manusia Dan Dirinya Sendiri

Manusia dan segala kelebihannya adalah hal kecil yang harus dijaga dan tidak di perbesarkan untuk di persombongkan. Setiap manusia akan memiliki kelebihan di balik kekurangan yang ia miliki. Jangan pernah menganggap apa ynag menjadi kelebihanmu sebagai bahan kebanggaan yang akan menyesatkanmu. Karena keangkuhan manusia adalah hal yang paling rendah pada dirinya. Pernahkah kita mendengar cerita Fir’aun yang lupa akan jati dirinya yang sebagai seorang hamba yang beribu kali di ingatkan siapa dirinya namun ia ingkari kata hatinya karena kesombongan. Kedatangan Nabi Musa telah membawanya pada kehancuran dengan laknat tuhan yang diperlihatkan melalui azabnya yang begitu dahsyat sehigga dia terapung tak bernapas di tengah lautan. Maha besar Allah dengan keagungannya yang telah membuktikan bahwa dirinyalah yang maha agung dan padanyalah setiap orang taat dan patuh.

Kesombongan manusia tidaak akan membuat manusia semakin besar dan tinggi, keangkuhan manusia adalah awal tingginya manusia dari matanya sendiri namun dia telah lupa bahwa dia telah mulai menurunkan dirinya dari sudut pandang orang lain. Tingginya manusia itu bukanlah dari kelebihan yang dibuatnya namun dari Allah yang telah memberikannya jadi jangan dijadikan untuk membanggakan dirisendiri. Seseorang terkadang menganggap dirinya besar dan tiada henti-hentinya membanggakan dirinya dimuka pengecilnya sehingga si kecil akan melihat itu adalah sebuah perkataan dusta yang ia buat untuk meninggikan dirinya. Na’uzubillah……….
Titik baik manusia adalah kerendahan yang mampu membuatnya berpikir tanpa harus mengatakan kebesaran dan kelebihanya dan disitulah sebuah kebanggaan dari semua sudut pandang di dunia ini merasa segan terhadapnya dan menjadikan nya sebagai makhluk yang paling baik, karena setiap sudut pandang itu adalah kita yang terlahir oleh kita.
Wahai para pembaca
“pandailah dalam bergaul, jangan pernah menganggap orang lain remeh dan ketulusan memberi lebih baik dari pada menerima dengan meminta juga jangan pernah kau mencoba memanfaatkan kebaikan orang lain karena bisa jadi itu adalah ia hanya memiliki rasa belas kasihan"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...